tentang wanita indonesia
info kesehatan wanita
 
  KUESIONER ALUMNI & STAKEHOLDER  
Strategi Menerjemahkan Teka-teki Lucu Pada Buku Anak
2011-11-08, by Ida Kusuma Dewi, SS., MA.
 

Penelitian dengan judul Strategi Menerjemahkan Teka-Teki Lucu dalam Buku Anak bertujuan untuk mengetahui jenis teka-teki lucu yang terdapat pada buku ‘Munch Crunch What’s for Lunch’  dan terjemahannya ‘Kriuk Kriuk! Makan Siang Yuk’. Buku Munch Crunch What’s for Lunch’ merupakan buku pegetahuan umum untuk anak yang memiliki beberapa bab. Setiap bab buku memuat teka-teki lucu yang behubungan dengan tema setiap bab.

Penelitian ini juga  bertujuan untuk menjelaskan teknik terjemahan yang digunakan penerjemah untuk menerjemahkan teka-teki lucu pada buku tersebut, serta menjelaskan tingkat keakuratan dan keterbacaan teka teki lucu pada buku anak tersebut.

            Data penelitian ini berupa 12 teka-teki lucu dan terjemahannya. Penelitian ini juga melibatkan 4 anak yang duduk di sekolah dasar yang dijadikan responden.  Mereka dilibatkan dalam penelitian ini untuk mengetahui keterbacaan terjemahan teka-teki lucu yang menjadi data penelitian ini.

            Hasil analisa pada jenis teka-teki lucu menunjukkan bahwa buku Munch Crunch What’s for Lunch memuat teka-teki lucu yang keambiguannya berdasarkan pada unsur semantik, morfologi, dan fonologi.

            Hasil analisa pada teknik penerjemahan menunjukkan adanya 4 teknik terjemahan, yaitu teka-teki diterjemahkan menjadi teka-teki dengan pertanyaan dan jawaban yang sama, teka-teki diterjemahkan menjadi teka-teki dengan pertanyaan yang sama tetapi jawaban berbeda, teka-teki dengan pertanyaan yang berbeda tetapi jawaban sama, dan teka-teki dengan jawaban dan pertanyaan yang berbeda. Meskipun ditemukan perbedaan pada pertanyaan maupun jawaban, tema teka-teki pada teks bahasa sumber tetap dipertahankan. Hal ini dapat disebabkan adanya keterikatan teka-teki dengan tema tempat teka-teki tersebut disajikan.

            Hasil analisa pada keakuratan menunjukkan bahwa sebagian besar terjemahan teka-teki lucu pada buku Munch Crunch What’s for Lunch kurang akurat (75%). Hanya 3 (25%) data saja yang menunjukkan terjemahan yang akurat, meskipun tidak ada data yang dapat dikategorikan tidak akurat.

            Hasil analisa pada keterbacaan menunjukkan bahwa sebagian besar terjemahan teka-teki tidak dapat difahami sama sekali oleh responden. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat keterbacaan terjemahan rendah. Hanya 3 teka-teki yang dapat difahami dengan mudah oleh pembaca, dan Teka-teki yang difahami oleh responden merupakan terjemahan dengan pertanyaan yang berbeda tetapi jawaban yang sama dengan teks bahasa sumber dan teka-teki yang diterjemahkan menjadi teka-teki yang memiliki pertanyaan yang sama tetapi jawaban berbeda.

            Hasil analisa di atas menunjukkan bahwa teka-teki lucu dalam bahasa Inggris tidak harus diterjemahkan menjadi teka-teki dengan pertanyaan dan jawaban yang sama dengan teka-teki pada teks bahasa sumber, akan tetapi  dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai teka-teki dengan pertanyaan ataupun jawaban yang berbeda dengan tetap mempertahankan tema teka-teki

 



Cari Artikel
Hanya mencari di fs.uns.ac.id
 









 
 

© Copyright 2013 Fakultas Sastra dan Seni Rupa
All Rights Reserved by ICT FSSR.